politik

Sujud Syukur Eva-Deddy: Alhamdulillah, Warga: Top Dah!

penulis: Admin | 18 February 2021 21:47 WIB
editor:


Suasana haru Eva-Deddy, Kamis 18 Februari 2021. Foto: Kolase by Inshot/Facebook
Suasana haru Eva-Deddy, Kamis 18 Februari 2021. Foto: Kolase by Inshot/Facebook

Bandarlampung, KejarFakta.co -- Pasangan calon walikota dan wakil walikota Bandarlampung terpilih produk politik pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) serentak tingkat Kota Bandarlampung 2020, yang diusung oleh gabungan partai politik PDI Perjuangan, Partai NasDem, dan Partai Gerindra, didukung oleh parpol nonparlemen Partai Gelora, Eva Dwiana-Deddy Amarullah (Eva-Deddy) secara kompak bersujud syukur.

Kapan? Dimana? Keduanya, muslim, takzim. Hari ini. Di ibu kota provinsi 9,15 juta jiwa penduduk ini. Di karpet mewah lantai ruang megah Ballroom Swissbel-hotel Lampung, Jl Rasuna Said 18, Gulak Galik, Telukbetung, Bandarlampung, Kamis 18 Februari 2021.

Sejenak, keduanya larut dalam campur baur kebahagiaan hati, kegembiraan politik, dan kepapaan jiwa raga berserah diri selaku hamba Allah. Entahlah, lantun doa apa yang Eva-Deddy ucapkan, urusan mereka dengan Sang Khalik.

Sesaat, seusai disaksikan puluhan hadirin, sahibul hajat dan tetamu terbatas, direkam voice recorder dijepret kamera pro/gawai dan handycam, serta balutan mesra masker pelindung pernapasan standar medis di wajah para penyaksi.

Bundel stopmap kekuningan berkop logo Komisi Pemilihan Umum (KPU) digenggam. Berisikan sejumlah lembaran, sunyi nun sarat bunyi. Aura kemenangan. Yang kini bertransformasi jadi, kemenangan rakyat.
Bunda Eva, sapaan Eva Dwiana, memeluknya dan menciumnya, alas muka ia bersujud.

Sujud syukur bukan main, bukan main-main. Apalagi di atas lembaran simbol pengesahan betapa amanat hati nurani rakyat kedepan akan sesungguhnya dijalankan. Agar tunai (bukan cidera) janji.

Detik-detik peristiwa langka ini berlangsung sesaat usai prosesi penyerahan berikut foto bersama Surat Keputusan (SK) KPU Kota Bandarlampung Nomor : 080/HK.03.1-Kpt/1871/KPU-Kot/II/2021 tentang Penetapan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Terpilih Pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bandarlampung Tahun 2020.

Dari Ketua KPU Kota Bandarlampung, Dedy Triadi, S.E., S.H., didampingi oleh anggota/ komisioner: Ketua Divisi Teknis dan Humas Fery Triatmojo, S.AN., M.PA., Ketua Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) Hamami, S.H., Ketua Divisi Program dan Data Ika Kartika, S.PdI., M.Pd., Ketua Divisi Hukum Robiul, S.Pd.I., dan sekretaris KPU Kota Dra. Suprihatin.

Kepada Ketua Tim Pemenangan Eva-Deddy, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandarlampung Wiyadi, SP., M.M.

Disaksikan utusan DPD Partai NasDem Kota Bandarlampung, DPC Partai Gerindra Kota Bandarlampung, komisioner Bawaslu Kota Bandarlampung dipimpin Chandrawansah, dan Forkopimda Bandarlampung.

Dalam Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Terpilih Pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bandarlampung Tahun 2020 oleh KPU Kota Bandarlampung.

"Menimbang bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 54 ayat (4) Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 9 Tahun 2018 tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 19 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 9 Tahun 2018 tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota, perlu menetapkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Bandarlampung tentang Penetapan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Terpilih dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bandarlampung Tahun 2020," bunyi diktum Menimbang.

"Mengingat, satu, Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1958 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 4 Tahun 1956 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 55), Undang-Undang Darurat Nomor 5 Tahun 1956 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 56), dan Undang-Undang Darurat Nomor 6 Tahun 1956 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 57) tentang Pembentukan Daerah Tingkat II termasuk Kotapraja dalam Lingkungan Daerah Tingkat II termasuk termasuk Kotapraja dalam Lingkungan Daerah Tingkat I Sumatera Selatan menjadi Undang-Undang," poin satu diktum Mengingat.

"Dua, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-Undang, sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-Undang," poin dua, Mengingat.

Lanjut, "Tiga, Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 18 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota," poin diktum ketiga Mengingat.

"Empat, Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 9 Tahun 2018 tentang Rekapitulasi Hasil Pemungutan Suara dan Penetapan Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 19 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 9 Tahun 2018 tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota," poin empat Mengingat.

"Lima, Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 8 Tahun 2019 tentang Tata Kerja Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, sebagaimana telah beberapa diubah, terakhir dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 21 Tahun 2020," poin lima.

"Enam, Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020, sebagaimana telah beberapa diubah, terakhir dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 5 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program, Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020."

Berikut, "Tujuh, Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020 Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Nonalam Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), sebagaimana telah beberapa diubah, terakhir dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 13 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 6 Tahun 2020 tentang tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020 Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Nonalam Corona Virus Disease 2019 (COVID-19),"

Dan, "Delapan, Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2020 tentang Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Sekretariat Jendral Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota," diktum kedelapan, terakhir, poin Mengingat.

Selanjutnya, "Memperhatikan, satu, Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Bandarlampung Nomor 461/HK03.1-Kpt/1871/KPU Kot/IX/2020 tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bandarlampung 2020."

"Dua, Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Bandarlampung Nomor 468/HK03.1-Kpt/1871/KPU Kot/IX/2020 tentang Penetapan Nomor Urut dan Daftar Pasangan Calon Peserta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bandarlampung 2020."

"Tiga, Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Bandarlampung Nomor 766/HK03.1-Kpt/1871/KPU Kot/XII/2020 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bandarlampung Tahun 2020."

"Empat, Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Bandarlampung Nomor 056/HK03.1-Kpt/1871/KPU Kot/II/2021 tentang Penetapan Kembali Pasangan Calon Peserta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bandarlampung Tahun 2020 Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1P/PAP/2021."

"Lima, Ketetapan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 25/PHP.KOT-XIX/2021 tanggal 15 Februari 2021 perihal Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bandarlampung Tahun 2020."

"Enam, Berita Acara Nomor 074/PL02-7/BA/1871/KPU-Kot/II/2021 tentang Rapat Pleno Penetapan Jadwal Pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Terpilih dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bandarlampung Tahun 2020."

Dan, "Tujuh, Berita Acara Nomor 079/HK.03.1-Kpt/BA/1871/KPU-Kot/II/2021 tentang Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Terpilih dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bandarlampung Tahun 2020."

Selanjutnya, "Memutuskan. Menetapkan. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Bandarlampung tentang Penetapan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Terpilih dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bandarlampung Tahun 2020."

Diktum Kesatu, KPU Kota membacakan, "Menetapkan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Terpilih yang memperoleh suara terbanyak dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bandarlampung Tahun 2020."

Diktum Kedua, "Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota terpilih sebagaimana dimaksud pada DIKTUM KESATU adalah: Nama Calon Walikota Hajjah Eva Dwiana Sarjana Ekonomi. Nama Calon Wakil Walikota Doktorandus Deddy Amarullah. Nomor Urut 3. Perolehan Suara Sah 249.2,41 suara sah. Partai Politik/Gabungan Partai Politik Pengusung PDI-P, NasDem, Gerindra."

Diktum Ketiga, "Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan."

SK tersebut ditandatangani oleh Ketua KPU Kota Bandarlampung Dedy Triadi, dan Sekretaris KPU Kota Bandarlampung Suprihatin, salinan sesuai dengan aslinya.

Genjreng! Air mata Bunda Eva --yang per dilantik nanti bakal resmi sandang status Ibu Walikota yang sesungguhnya-- menitik dari ujung kedua matanya. Tampak kuat Deddy Amarullah menahan bara haru didadanya.

Berdiri berdampingan, duet maut politisi perempuan-mantan birokrat ini seterusnya masih harus menunggu penjadwalan Sidang Paripurna Istimewa DPRD Bandarlampung. "Segera," ujar Wiyadi, yang juga ketua dewan.

"Alhamdulillah. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu Bunda, setelah melalui proses dan perjuangan yang sangat panjang, akhirnya berbuah manis," ekspresif, goresan Eva Dwiana dalam unggahan empat foto perekam momen bersejarah itu. Di akun media sosialnya, Kamis siang.

"Bunda minta maaf bila saat kampanye sangat merepotkan dan mengganggu kenyamanan. Proses pilkada telah usai, Saatnya bersiap untuk bekerja," tegasnya.

Warganet bernama Nurhayati Samsudin, warga Panjang, Bandarlampung, hentak munajat. "Alhamdulillah. Semoga amanah menjalankan tugas yang diemban bersama- sama dengan wakil (walikota, red), untuk kemajuan Bandarlampung," tulisnya.

"Alhamdulillah. Semoga amanah Bunda, jangan sampai kecewakan masyarakat yang telah memilihmu. Semoga Bandarlampung semakin maju," tulis Muhammad Darwis.

"Alhamdulillah," tulis Linda Ayu, warganet, alumnus Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (USBRJ), atau Universitas Saburai, bekerja sebagai direktur operasi dan layanan kreatif sebuah event organizer, menautkan pula foto Eva-Deddy bertuliskan Saatnya Siap Untuk Bekerja Bandarlampung Sejahtera.

"Diintip" di beranda Facebooknya, "Bismillah. Semoga seluruh upaya dan kerja keras berbuah berkah dan amanah. Kami bersama Bunda Eva dan Pak Hj Deddy Amarullah.
#RelawanEvaDeddy #EvaDwiana #BundaEva
#EvaDwianaDeddyAmarullah #BandarLampungMembangun," unggahnya.

Sang wakil walikota terpilih Deddy Amarullah juga hanyut syukur. "Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah, terima kasih masyarakat Kota Bandarlampung atas doa dan dukungannya kepada kami Eva Dwiana - Deddy Amarullah," tulis unggahan Facebooknya, Kamis petang.

"Mohon doanya agar dilancarkan sampai pelantikan," imbuhnya.

Kuarsa 19.27 Waktu Indonesia Barat, Kamis malam, Eva Dwiana juga terpantau kembali mengunggah penegasan.

"Semua program (Pemkot, red) yang selama ini berjalan, Inshaallah akan kami lanjutkan. Dimana yang belum sempurna akan kami sempurnakan. Bantu Bunda dan pak Deddy untuk membangun Kota Bandarlampung tercinta," pintanya.

Sujud syukur Eva-Deddy, pantauan di grup perpesanan singkat warga relawan swadiri Eva-Deddy, juga kontan mengundang hepi. "Alhamdulillah," ujar Hardiansyah, relawan Eva-Deddy, pegiat media sosial, pukul 11.09.

"Allahumma Aamiin. Tabbarrakallah. Alhamdulillah," ujar RM Juwarni, pendukung Eva-Deddy asal Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Labuhan Ratu, pukul 13.23.
"Senang dengarnya," ucap Yuliyah, juga warga kota. Disusul kiriman stiker khas aplikasi WhatsApp dari Poniyem, "Top dah."

"Mashaallah. Tabbarakallah," kata Lediyana. Sukacita warga ditengah alam keterbatasan sua fisik, ulah cegah kendali COVID-19.

Eva-Deddy selangkah lagi menuju pelantikan. Yang dibaluti spirit keserentakan sesuai aura pembentukan UUnya. Bertahap, bersama paslon bupati dan wakil bupati Lampung Selatan terpilih Nanang Ermanto-Pandu Kusuma Dewangsa, Dendi Ramadhona Kaligis-Marzuki Djukiar (Pesawaran), Agus Istiqlal-A Zulqoini Syarif (Pesisir Barat), Musa Ahmad-Ardito Wijaya (Lampung Tengah), M Dawam Raharjo-Azwar Hadi (Lampung Timur), Raden Adipati Surya-Ali Rahman (Way Kanan), dan satu-satunya pemenang pilkada latar calon perseorangan dalam pilkada di tengah pandemi 2020 di Lampung, Wahdi-Qomaru Zaman (Metro).

Eva Dwiana, istri dari dua periode walikota sebelumnya, Herman HN. Tercatat, selain eks Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua KONI, dan Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota. Ia Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung 2019-2024 Bidang Pariwisata, Ketua Srikandi Lampung, dan pembina Majelis Taklim Rahmat Hidayat (MTRH) Lampung.

Alumnus SDN 1 Pengajaran Telukbetung Utara 1978-1984, SMPN 2 Telukbetung 1984-1987, SMA Petra Bandarlampung 1987-1990, S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Wiraswasta Indonesia 2000-2004, dan Magister Ilmu Administrasi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi YAPPANN 2010-2012 itu, juga ibu dari tiga anak.

Rahmat Hidayat, mendiang sulung, namanya ia abadikan nama majelis taklim diriannya 2009. Berikut, Rahmawati Herdian, kental warisi darah politik orangtuanya. Si bungsu, Aisyah Saina Putri.

Produk amalgamasi atau kawin campur dari pasangan Iskandar Zulkarnain asal Muara Enim, Sumatera Selatan, dan Dahniar sang ibu Minangkabau tulen, Eva pernah lompat pagar. Dari parpol berlogo mercy, daratkan pilihan politiknya di kandang banteng, 2011.

Sebelumnya, usai sang suami terpilih jadi Walikota Bandarlampung 2010-2015, meski tak lama, Eva pernah pula didaulat jadi Ketua Partai Demokrat Bandarlampung 2011-2016.

Legislator dua periode, Eva adalah anggota DPRD Lampung 2014-2019 lalu duduk di Komisi III, usai mendulang 19.818 suara meski ada di nomor urut 10 kala pencalegan.

Konferda DPD PDI Perjuangan Lampung 8 Maret 2015, Eva diamanati posisi sebagai Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPD PDI Perjuangan Lampung 2015-2020.

Duduk kembali di DPRD Lampung 2019-2024 usai meraup suara terbanyak sesama caleg separtai dan terbanyak satu dapil kota, pada Pemilu 17 April 2019 meraup 86.258 suara. Pilihannya mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di Bandarlampung, menyetop karir legislatifnya, tak lama usai ia resmi ditetapkan peserta pilkada oleh KPU.

Penyanyi handal apalagi lagu-lagu Islami ini, terdaftar Wajib Pajak sejak 11 Agustus 2010, bergolongan darah O, beralamat domisili sesuai KTP di Jl Cut Nyak Dien 74, Palapa, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung ini, akan genap 51 tahun pada 25 April 2021.

Sedang Deddy Amarullah, yang baru saja berulang tahun ke-64 pada 15 Januari lalu, warga Jl Gatot Subroto Gang Jarum RT 002 LK 02, Kelurahan Bumi Raya, Bumi Waras, Bandarlampung. Dia telah terdaftar sebagai Wajib Pajak sejak 22 November 2007.

Pensiunan PNS ini suami dari Sri Asiyah, asli Magelang, Jawa Tengah. Mereka dikaruniai seorang putra, Aditiya Nugraha, 29 tahun. Jika anda sesekali mengenali nama Yacub, tersemat di belakang namanya, itu ialah nama belakang Ismail Yacub, sang ayah.

Bersekolah di SD Xaverius Tanjungkarang 1965-1970, SMP Negeri 2 Bandarlampung 1971-1973, SMA Kristen YPK Satu Bakti Bogor 1974-1977, dan S1 Fakultas Ekonomi Universitas "UPN" Veteran Yogyakarta 1979-1986. Berotak brilian, terbukti dia lulus Doktorandus dengan Sangat Memuaskan.

Deddy, pemilik golongan darah O, notabene Ketua PMI Bandarlampung sejak 2010, selain Ketua Pengcab IPSI Bandarlampung sejak 2016, dan didapuk jadi Ketua Ikatan Pensiunan PNS Kota Bandarlampung sejak 2018 lalu.

Pengampu tanda penghargaan Satyalencana 10 Tahun dan Satyalencana 20 Tahun dari Presiden RI ini, memulai karir birokratnya sejak diamanati Kasubbag Perekonomian Pemprov Lampung 1990-1991.

Berturut-turut, disusul Kasubbag Tata Hukum 1991-1997, naik geser jadi Kabag Bantuan Hukum 1997-2005, dan Kabag Sarpras Biro Humas 2005-2007, masih di Pemprov. Di sela itu, sejak 2004 hingga 2010, dia tercatat pula dipercaya jadi salah satu Wakil Ketua Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Saptawa, milik Pemprov Lampung.

Dia turut melakoni sendiri kepayahan tugas menyelenggarakan pelaksanaan umum/teknis kepemiluan, saat setahun lamanya, 2008-2009, ditugasi sebagai Kabag Hukum dan Teknis KPU Daerah Provinsi Lampung.

Di dua tahun itu, kita ingat Lampung punya hajat Pilgub Lampung 2008 yang tercatat sejarah demokrasi Indonesia sebagai pilgub langsung dengan jumlah peserta terbanyak se-Indonesia saat itu, tujuh pasangan calon.

Deddy pada 2009-2010 ikut memperkuat skuad cegah-berantas narkoba di Lampung, sebagai Kabag Penegakan Hukum Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung.

Dia mulai bertugas di lingkungan Pemkot Bandarlampung sejak 2010, sebagai Asisten Bidang Pemerintahan Setdakot hingga 2017. Di tahun itu pula dia dipercaya jadi Ketua KPRI Ragom Gawi Bandarlampung.

Eva-Deddy mengampu Visi Bandarlampung Cerdas, Sehat, Beriman, Berbudaya, Nyaman, Unggul, Berdaya Saing Berbasis Ekonomi Kerakyatan untuk Kesejahteraan Masyarakat.

Didukung tujuh misi, meliputi pertama, Meningkatkan Kualitas dan Pelayanan Kesehatan Masyarakat; kedua, Meningkatkan Kualitas dan Pelayanan Pendidikan Masyarakat; ketiga, Meningkatkan Daya Dukung Infrastruktur Dalam Skala Mantap untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi dan Pelayanan Sosial; keempat, Mengembangkan dan Memperkuat Ekonomi Daerah untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat; kelima, Mengembangkan Masyarakat Agamis, Berbudaya, dan Mengembangkan Budaya Daerah; keenam, Mewujudkan Pembangunan yang Berkelanjutan, Pemerintahan yang Baik dan Bersih, Berorientasi Kemitraan Masyarakat dan Dunia Usaha; ketujuh, Mempertahankan dan Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup.

Duet ini pilkada lalu meraih 249.241 suara, dari total jumlah 434.949 suara sah, suara tidak sah 12.496, sehingga total suara sah dan tidak sah 447.445 dari 1.700 TPS di 126 kelurahan di 20 kecamatan, berdasarkan hasil Rapat Pleno KPU Kota Bandarlampung tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara tingkat Kota Bandarlampung pada Pilkada 2020, di Hotel Emersia, Telukbetung Bandarlampung, 15 Desember 2020.

Pilkada tengah pandemi 2020 di Lampung mencatat, Eva Dwiana akan jadi walikota perempuan pertama. [red/Muzzamil]

Tag : #Eva-Deddy:#Wali kota Bandarlampung#Lampung