news

Diduga Depresi, Pria Paruh Baya di Kecamatan Wonosobo Ditemukan Tewas Bunuh Diri

penulis: Admin | 20 October 2019 22:17 WIB
editor:


Diduga Depresi, Pria Paruh Baya di Kecamatan Wonosobo Ditemukan Tewas Bunuh Diri
Diduga Depresi, Pria Paruh Baya di Kecamatan Wonosobo Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Tanggamus,kejarfakta.co - Hanya berselang beberapa jam, setelah warga dihebohkan adanya korban bunuh diri seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang ditemukan suaminya tergantung di belakang rumahnya pada pukul 05.30 WIB, di wilayah Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus, Minggu (20/10/2019).

Di hari yang sama, sekira pukul 11.00 WIB warga kembali dihebohkan dengan ditemukannya Temon (60), warga Pekon Karang Anyar Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus yang juga tewas mengenaskan dengan posisi tergantung di dapur rumahnya.

Kejadian yang juga diduga bunuh diri itu, pertama diketahui warga, ketika mendengar jeritan tangis sang istri korban, ketika melihat suaminya telah meregang nyawa tergantung di steger kayu yang terletak di dapur rumahnya, sepulang dirinya dan anak korban dari warung.

Kapolsek Wonosobo Polres Tanggamus, Iptu Amin Rusbahadi mengatakan, kronologis ditemukannya korban Temon, pertama ditemukan dalam posisi tergantung oleh istrinya Parida (50), yang baru pulang dari warung bersama anaknya pada pukul 11. 00 Wib.

"Bermula ketika Istri korban keluar rumah dengan anaknya hendak membeli buku tulis di warung dekat rumahnya pada pukul 10.30 WIB, kemudian kembali pukul 11.00 WIB dan melihat korban sudah tergantung di steger kayu yang berada di dapur rumah korban," kata Iptu Amin Rusbahadi dalam keterangannya mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM.

Terkejut melihat kejadian itu, kata Kapolsek, istri korban langsung berteriak meminta tolong kepada tetangga dan didengar oleh saksi Arian yang kebetulan saat itu sedang nukang di samping rumahnya.

"Saat mendekat ke sumber suara, saksi melihat istri korban menangis sambil memeluk jasad suaminya yang masih tergantung. Kemudian saksi dan istri, korban langsung membuka tali ikatan di leher korban dan langsung menurunkannya, dengan harapan masih dapat tertolong," ujarnya.

Berdasarkan keterangan keluarga dan saksi, Iptu Amin Rusbahadi menerangkan, Temon diketahui mengalami depresi yang sudah terjadi Tujuh Bulan lalu. Berbagai upaya bunuh diri pun sempat dia lakukan namun, selalu gagal lantaran ketahuan.

"Menurut istri korban dan warga sekitar, korban mengalami depresi dan selalu dihantui rasa ketakutan, namun tidak jelas apa penyebab ketakutannya itu," terangnya.

Lebih lanjut Kapolsek menegaskan, berdasarkan pemeriksaan pihak medis tidak ada bekas kekerasan di sekujur tubuh korban, dan dapat dipastikan penyebab kematiannya murni bunuh diri.

"Istri dan pihak keluarga sudah ikhlas dan menerima keadaan dan ingin langsung memakamkan korban secepatnya. Sementara dari hasil olah TKP, diamankan tali yang mengikat leher korban," pungkasnya. (Agus).

Tag : #Tanggamus#Kecamatan Wonosobo#Polres Tanggamus