news

Salah satu Tokoh Pemekaran Tubaba Jelaskan Sebutan Awal Nama Simpang Tiga Panaragan

penulis: Admin | 17 October 2020 18:59 WIB
editor: admin


Salah satu Tokoh Pemekaran Tubaba Jelaskan Sebutan Awal Nama Simpang Tiga Panaragan
Salah satu Tokoh Pemekaran Tubaba Jelaskan Sebutan Awal Nama Simpang Tiga Panaragan

Tulangbawang Barat, KejarFakta.co - Setelah Sebuah Video yang menyebutkan Simpang Tiga Panaragan dengan sebutan simpang monyet beredar luas di masyarakat melalui sosial media (sosmed), Tokoh Pemekaran Kabupaten Tubaba Khoiri Rujungan angkat bicara dan meminta kepada Pemerintah Daerah untuk dapat mengembalikan sebutan Simpang Tiga Panaragan itu kikembalikan kepada sebutan lama yaitu Gunung Tekuk.

Menurut Khoiri Rujungan, jalan panaragan - menggala pada masa pemerintahan belanda tidak ada di simpang tiga, akan tetapi lewat menggala mas Bandar Dewa.

"Sejak tahun 1919, jaman juru ukurnya yang bernama Yakub pada waktu itu, jalan Panaragan di buka lewat Gunung Tekuk dan jalan ke Gedung Ratu itu lewat pinggir sungai," ujarnya.

Dengan masuknya Transmigrasi pada tahun 1973 - 1974, baru ada jalan Transmigrasi melalui simpang tiga yang berada di puncak Gunung Tekuk, sama dengan Bawang Tekuk (Rawa Tekuk ).

Gunung Tekuk artinya pengumpulan sama dengan Bawang Tekuk, yang ada di antara Panaragan dan Bandar Dewa, sedangkan Bandar Dewa adalah pelabuhan pada masa Hindu sebelum Islam.

Mengapa orang berlabuh di Bandar Dewa dan Tekuk, karena itu adalah tempat pengumpulan orang untuk bertapa di Panaragan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Khoiri Rujungan, yang salah satu putera daerah Panaragan yang mengetahui sejarah adanya tiyuh Panaragan mengatakan, perkataan Maryanto dalam videonya haruslah jelas sebabnya Maryanto menyebutnya, simpang tiga Panaragan itu dengan sebutan Simpang Monyet.

Bahkan dirinya menganggap Maryanto, sebagai seorang yang senang mengamini apa yang dia dengar saja tanpa mencari tahu lebih jauh kebenaranya.

"Jelas Maryanto itu mengada-ada dengan mengatakan Simpang tiga Tiyuh panaragan itu sebagai Simpang Monyet, jadi tidak ada alasan menyebut simpang tiga Tiyuh Panaragan sebagai simpang Monyet," ujar Khoiri Rujungan yang juga merupakan mantan DRPD Tuba Periode 1999-2004.

Masih kata Khoiri Rujungan," sejak belum masuknya Transmigrasi kewilayah ini, simpang tiga Panaragan sudah dikenal warga setempat dengan sebutan Gunung Tekuk yang berhubungan dengan Bawang Tekuk (Rawa Tekuk ), yang pada zaman dahulu kala tempat orang datang dan singgah untuk bertapa ke Panaragan karena asal kata Panaragan adalah Penarag, atau tempat Bertapa.

Berkaitan dengan sebutan simpang tiga panaragan tersebut, Khoiri Rujungan berharap kepada Pemkab Tubaba, sebaiknya di kembalikan kepada sebutan lama yaitu Simpang tiga Gunung Tekuk agar sejarah asal yang di warisi oleh nenek moyang Panaragan, tidak hilang di telan dongeng - dongeng yang belum jelas ceritanya. (A.Terpilih)

Tag : #Tubaba#Simpang Tiga Panaragan#Gunung Tekuk