bisnis

Olahan Ikan Lele Dapur Way Kanan Salah Satu Cara Berwirausaha Yang Menjanjikan

penulis: Admin | 2 December 2019 08:17 WIB
editor: admin


Olahan Ikan Lele Dapur Way Kanan Salah Satu Cara Berwirauasaha Yang Menjanjikan
Olahan Ikan Lele Dapur Way Kanan Salah Satu Cara Berwirauasaha Yang Menjanjikan

Way Kanan KejarFakta.co - Wirausaha yang menjanjikan yaitu olahan ikan lele dapur Way Kanan, mitra unit usaha Bumdes unggul Kampung Tiuh Balak 1 Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan.

Halimatussa'diyah, pendiri olahan ikan dapur Way Kanan, yang kini mitra usaha bumdes unggul kampung tiuh balak I, saat di sambangi di kediamanya oleh media kejarFakta.co beberapa hari yang  lalu, bahwa mengatakan, "saya menekuni olehan ikan lele dan patin sejak tahun 2017, itupun saya berjalan hanya di UKM," ujarnya

"Selama tiga bulan kita kembangkan dapur Way Kanan dengan mitra unit usaha bumdes inggul, kita sudah melauncing tiga produk olahan ikan lele, artinya ini adalah suatu torbosan untuk menuju sukses," kata dia. 

Saat ini pihaknya telah memiliki punya varian 10 olahan ikan yang sudah layak edar, itu sudah sampai halal dan yang benar benar tidak punya resiko itu ada olahan kering diantara Abon, stiek, peyek lele, dan ikan asap, itu resikonya bukan resiko tinggi, bisa bertahan sampai 6 bulan.

"Sedangkan untuk oleh basah selama masih diprizer tetap bertahan lama, kalau untuk olahan basah kita meminimalisir resiko tinggi, kita sedang usahakan harus ada BPOM," ucapnya.

"Karena kalau yang olahan beku itu memang resiko tinggi,  dan itu harus ada BPOM kalau yang beku selama masih dalam prizer itu tetap bertahan," ungkapnya.

Ditambahkanya, pada dasarnya tidak terlalu bermasalah hanya saja pihaknya sekedar meminimalisir resiko.

"Kalau hanya sekedar disini sih ngak papa saya antar sampai ditujuan secara SOP sih udah benar, akan tetapi pada saat keluar dan bukan saya yang bawa," imbuhnya.

Varian olahan ikan ikan yang di jual paling rendah dengan harga 15 ribu untuk olahan kering, yang paling besar harganya 300 ribu 1 kg yaitu abon murni ikan lele tampa campuran hanya bumbu, betul betul daging ikan lele sementara untuk ikan patin di arahkan untuk olahan basah.

"Kita baru dua daerah yang sering mengambil yaitu, Bandarlampung dan kotabumi, kalau untuk luar lampung Jakarta, bekasi dan bogor, mereka mengambil sebatas saya produksi, karena kita terkendala di produksi, alat produksi, tenaga dan yang pasti bahan baku," katanya.

Karena bahan baku itu idealnya dalam satu minggu 200 kilo gram untuk ikan lele dan patin, ikannyapun tertentu minimal satu ekor ikan  itu satu kilo yang baru untuk kita ada profitnya.

Dalam satu minggu pihaknya bekerja tiga hari dengan tenaga pengelola empat orang, kalau itu ada ikanya, karena pihaknya tidak membudidayakan sendiri, malainkan mengambil ikan dari distributor .

"Kta lagi transisi  ubah lebel karena kita memang sudah sepakat kerja sama dengan bumdes, kalau saya masih harus menjual hanya dengan kemasan dapur way kanan ya ngak pas walaupun  MoU kita belum tetapi terberitakan sudah secara etika bisnisnya," jelasnya.

"Selama tidak untuk kepentingan pribadi ngak masalah, kita jalan bareng bareng karena natinya ada itunganya mau dielnya dimana, karena terget tahun 2020 olehan ikan  dapur way kanann Mitra unit usaha Bumdes unggul kampung Tiub Balak 1 "Harus Terkenal Tapi untuk dapur way kanan tidak saya lepas, saya berjuang dari nol lho, selain itu  kalau kita mau lepas, kita harus mengurus perizina dari nol lagi karena yang di halalkan dapur Way Kanan, produk Bumdes Unggul belum di halalkan," tandasnya.

Usaha untuk produk olahan ikan lele dan patin yang di kelola nantinya itu bisa meningkatkan perkapita, khusunya kepada ibu ibu.

"Artinya kita bisa turut membantu beban suami kita, kalau ibu ibu bisa perpenghasilan 50 ribu, " yah Sederhana saja kita mikinya, tidak muluk muluk "
Kedepan kita harus mampu budidaya sendiri, kalau lokasi sudah ada yang menjadi kendala adalah air, apalagi kalau musimkemarau, atisipasinya harus ada dan masyarakat sekitar juga harus membuat kolam nantinya  mereka bisa menjual ke bumdes.
Alhamdulillah semua ini berkat dukungan dari teman teman, Sebenarnya kita hanya satu kekurangan sertifikat untuk HCCP olahan istilahanya yang bisa  melegalkan saya untuk memberikan pelatihan.
Mudah mudahan olahan ikan yang kita kelola bersama Bumdes Unggul kedepanya bisa maju, mampu menjadi usaha yang benar benar menjanjikan sehingga saya bisa membantu masyarakat sekitar khususnya ibu ibu bisa memperolah hasil tambahan, dan iniadlaah rezeki yang harus kita syukuri, karena rejeki, " pungkasnya. (Yasir) 

Tag : #Way Kanan#Lampung